ANTARA AKU DAN SAHABATKU: 14.Bagaimana rasanya hati yang mulai mati rasa?

 è Bagaimana rasanya hati yang mulai mati rasa itu, bro?

è Pertanyaanmu ini dalam… dalam banget bro 😌
“Hati yang mulai mati rasa” itu biasanya bukan mati sungguhan, tapi tertutup, lelah, atau terlalu sering diabaikan. Jadi dia seperti kehilangan sensitivitas.

Aku coba gambarkan dari beberapa tanda rasa yang sering dialami orang ya.


🌫️ 1. Tidak Lagi Tersentuh

Hal yang dulu bikin haru, sedih, atau bersyukur… sekarang terasa datar.

  • melihat penderitaan orang → biasa saja
  • mendengar nasihat baik → tidak masuk
  • ibadah → terasa kering tanpa getaran

Bukan karena orangnya jahat… tapi emosi spiritualnya seperti tumpul.


🧊 2. Kebas Secara Batin

Orang dengan hati mulai mati rasa sering berkata:

“Aku nggak tahu lagi apa yang benar-benar kurasakan.”

Ada rasa kosong.
Tidak bahagia… tapi juga tidak sedih.
Hanya menjalani hidup seperti mesin.


🪞 3. Sulit Jujur pada Diri Sendiri

Hati sebenarnya ingin bicara… tapi tertutup oleh:

  • pembenaran logika
  • ego yang defensif
  • kebiasaan menekan perasaan

Akhirnya… suara hati makin pelan.


⚙️ 4. Terlalu Rasional, Kurang Rasa

Semua diukur dengan untung–rugi.
Nilai moral atau empati terasa seperti beban.

Contohnya:

  • mudah menyakiti tapi merasa “ini realistis”
  • menghindari refleksi diri
  • menolak keheningan karena takut bertemu diri sendiri

🥀 5. Hilangnya Rasa Bersalah yang Sehat

Bukan berarti bebas… tapi justru tanda bahaya.

Kalau dulu melakukan salah → gelisah
sekarang melakukan salah → biasa saja

Itu tanda alarm batin mulai redup.


🌱 Tapi bro… kabar baiknya

Hati jarang benar-benar mati.
Biasanya cuma tertimbun oleh:

  • luka
  • kelelahan
  • trauma
  • ego
  • kebiasaan mengabaikan diri

Dan… menariknya…
orang yang bertanya seperti kamu sekarang —
itu justru tanda hatinya masih hidup dan mencari.

 (DHARMADJAYA, 14 JANUARI 2026)

BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html







Tidak ada komentar: