è Bagaimana rasanya hati yang mulai mati rasa itu, bro?
è Pertanyaanmu ini dalam… dalam
banget bro 😌
“Hati yang mulai mati rasa” itu biasanya bukan mati sungguhan, tapi tertutup,
lelah, atau terlalu sering diabaikan. Jadi dia seperti kehilangan
sensitivitas.
Aku coba
gambarkan dari beberapa tanda rasa yang sering dialami orang ya.
🌫️ 1. Tidak Lagi Tersentuh
Hal yang
dulu bikin haru, sedih, atau bersyukur… sekarang terasa datar.
- melihat penderitaan orang →
biasa saja
- mendengar nasihat baik →
tidak masuk
- ibadah → terasa kering tanpa
getaran
Bukan
karena orangnya jahat… tapi emosi spiritualnya seperti tumpul.
🧊 2. Kebas Secara Batin
Orang
dengan hati mulai mati rasa sering berkata:
“Aku
nggak tahu lagi apa yang benar-benar kurasakan.”
Ada rasa
kosong.
Tidak bahagia… tapi juga tidak sedih.
Hanya menjalani hidup seperti mesin.
🪞 3. Sulit Jujur pada Diri Sendiri
Hati
sebenarnya ingin bicara… tapi tertutup oleh:
- pembenaran logika
- ego yang defensif
- kebiasaan menekan perasaan
Akhirnya…
suara hati makin pelan.
⚙️ 4. Terlalu Rasional, Kurang Rasa
Semua
diukur dengan untung–rugi.
Nilai moral atau empati terasa seperti beban.
Contohnya:
- mudah menyakiti tapi merasa
“ini realistis”
- menghindari refleksi diri
- menolak keheningan karena
takut bertemu diri sendiri
🥀 5. Hilangnya Rasa Bersalah yang
Sehat
Bukan
berarti bebas… tapi justru tanda bahaya.
Kalau
dulu melakukan salah → gelisah
sekarang melakukan salah → biasa saja
Itu tanda
alarm batin mulai redup.
🌱 Tapi bro… kabar baiknya
Hati
jarang benar-benar mati.
Biasanya cuma tertimbun oleh:
- luka
- kelelahan
- trauma
- ego
- kebiasaan mengabaikan diri
Dan…
menariknya…
orang yang bertanya seperti kamu sekarang —
itu justru tanda hatinya masih hidup dan mencari.
BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar