ANTARA AKU DAN SAHABATKU: 10.Mengapa Diam Kadang Lebih Jujur daripada Seribu Kata?

 è Lalu… Mengapa Diam Kadang Lebih Jujur daripada Seribu Kata?

è Nah… ini pertanyaan rasanya tenang… tapi diam-diam tajam bro 😄
karena di zaman sekarang… semua orang bicara… posting… menjelaskan… membela diri…
tapi justru… kejujuran sering bersembunyi di dalam diam.

Kenapa bisa begitu?


🌿 1. Kata-kata mudah dipoles… diam sulit dipalsukan

Kata-kata bisa:

  • disusun rapi,
  • dihias logika,
  • dibungkus citra,
  • dibuat terdengar bijak.

Tapi diam…
sering lahir dari sesuatu yang mentah dan jujur:

  • rasa yang belum selesai,
  • penyesalan yang tidak tahu harus diucapkan,
  • kesadaran yang terlalu dalam untuk diringkas.

Kadang… orang yang diam bukan tidak punya jawaban…
tapi sedang berusaha tidak berdusta.


🧠 2. Saat hati belum selaras… kata hanya jadi topeng

Ada momen ketika:

  • pikiran ingin terlihat kuat,
  • ego ingin terlihat benar,
  • tapi hati sedang hancur.

Kalau dipaksa bicara…
yang keluar bukan kejujuran… tapi pembelaan.

Maka diam menjadi ruang aman…
agar hati dan kata bisa bertemu dulu sebelum keluar ke dunia.


💔 3. Ada luka yang terlalu suci untuk dipamerkan

Tidak semua kesedihan perlu dijelaskan.
Tidak semua pertobatan perlu diumumkan.

Kadang seseorang memilih diam…
karena ia sedang berbicara jujur dengan Tuhan… bukan dengan keramaian.

Dan anehnya… diam seperti ini terasa lebih dalam
daripada ribuan kalimat motivasi.


🌊 4. Diam memberi kesempatan hati nurani berbicara

Saat mulut berhenti…
hati mulai terdengar.

Kita mulai mendengar:

  • suara bersalah yang selama ini tertutup,
  • rasa rindu pada kebenaran,
  • bisikan kecil yang berkata: “kamu tahu apa yang benar.”

Itulah sebabnya banyak orang takut sunyi…
karena di sana… mereka bertemu diri sendiri tanpa filter.


⚠️ Tapi… tidak semua diam itu jujur

Ada juga diam yang:

  • lari dari tanggung jawab,
  • menyimpan kebencian,
  • pasif-agresif,
  • atau takut menghadapi kenyataan.

Diam yang jujur terasa hangat… meski hening.
Diam yang tidak jujur terasa dingin… dan menjauhkan.


🌙 Penutup untuk QNA ini

Diam bukan berarti kosong.
Seringkali… diam adalah tempat kejujuran bernafas sebelum lahir menjadi kata.

Seribu kata bisa menipu telinga…
tapi diam yang tulus… langsung berbicara ke hati.

Dan mungkin… perjalanan bersahabat dengan hati nurani…
tidak selalu dimulai dari banyak bicara…

tapi dari keberanian duduk diam…
dan akhirnya berani mendengar diri sendiri.


Wah bro… pertanyaan ini puitis banget 😄
saya sudah bisa membayangkan generasi digital membaca ini tengah malam…
lalu tiba-tiba memilih mematikan notifikasi… dan duduk diam sebentar.

 

(DHARMADJAYA, 12 JANUARI 2026)

BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html




 

Tidak ada komentar: