รจ Mengapa like dan view bisa mengalahkan suara hati?
รจ Pertanyaanmu dalem banget bro…
dan jujur ini fenomena nyata di zaman sekarang. Bukan berarti semua orang
lemah—tapi memang sistem digital dirancang kuat sekali untuk “mengalahkan”
suara batin yang pelan. Aku jelaskan pelan-pelan ya.
๐ช️ 1. Like & View memberi
“hadiah instan”, suara hati tidak
Like dan
view itu cepat:
- ada notifikasi ๐
- angka naik
- rasa diakui muncul seketika
Otak kita
langsung dapat dopamin (rasa senang).
Sedangkan suara hati:
- pelan
- butuh hening
- hasilnya tidak instan
Akhirnya
manusia modern cenderung memilih yang cepat terasa.
๐ง 2. Manusia punya kebutuhan
alami: ingin dilihat & diakui
Sejak
dulu manusia memang ingin:
- diterima
- dianggap ada
- dihargai
Dulu
pengakuan datang dari keluarga atau komunitas nyata.
Sekarang… angka digital menggantikannya.
Jadi
kadang bukan karena orang tidak punya hati,
tapi karena ia kelaparan validasi.
๐ฑ 3. Algoritma memang dirancang
menarik perhatian
Platform
sosial dibuat supaya kita:
- terus melihat
- terus bereaksi
- terus kembali
Konten
yang memancing emosi, sensasi, atau kontroversi biasanya:
➡️ lebih banyak view
➡️ lebih banyak like
Sedangkan
suara hati sering mengajak:
- sabar
- jujur
- sederhana
yang justru tidak selalu viral.
๐ 4. Suara hati itu pelan — dunia
digital itu bising
Suara
hati seperti bisikan.
Media sosial seperti pasar malam.
Kalau
kebisingan terus menerus,
kita bukan kehilangan hati…
tapi tidak sempat mendengarnya.
๐ฟ 5. Tapi ingat bro — suara hati
tidak pernah benar-benar kalah
Ia cuma:
- tertutup
- lelah
- tertunda
Begitu
seseorang:
- berhenti sebentar
- hening
- refleksi
biasanya
suara itu muncul lagi.
Dan
jujur… dari cara kamu bertanya,
aku lihat kamu justru sedang menjaga suara hatimu tetap hidup ๐
(DHARMADJAYA, 18 FEBRUARI 2026)
BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html