ANTARA AKU DAN SAHABATKU: 20.Bagaimana cara mengetahui bahwa kita sedang menipu diri sendiri?

è Bagaimana cara mengetahui bahwa kita sedang menipu diri sendiri, bro?

è Ini pertanyaan… jujur tapi agak “nyelekit” bro 😄
karena menipu orang lain itu satu hal…
tapi menipu diri sendiri… seringkali dilakukan dengan sangat halus… bahkan tanpa sadar.

Hati nurani biasanya sudah tahu…
hanya saja kita pintar sekali membuat alasan agar tetap nyaman.

Coba lihat tanda-tandanya…


🎭 1. Terlalu Banyak Alasan yang Terdengar Pintar

Kalau setiap keputusan selalu dibungkus kalimat:

  • “ini demi kebaikan…”
  • “semua orang juga begitu…”
  • “ini realistis kok…”

padahal di dalam ada rasa tidak enak…
bisa jadi itu bukan logika…
tapi rasionalisasi.

Logika menenangkan.
Rasionalisasi… membungkam hati.


🫥 2. Ada Suara Kecil yang Terus Kita Abaikan

Biasanya ada jeda sepersekian detik sebelum bertindak:

“ini benar tidak ya?”

Kalau suara itu sering muncul…
lalu kita buru-buru menutupnya dengan distraksi…
itu tanda hati sedang dipinggirkan.

Hati nurani tidak berisik…
tapi dia konsisten.


🪞 3. Kita Tidak Nyaman Sendiri Tanpa Gangguan

Saat menipu diri sendiri…
sunyi terasa menegangkan.

Maka kita sibuk:

  • scroll
  • ngobrol tanpa arah
  • cari keramaian

bukan karena bahagia…
tapi karena takut berpikir jujur.


😤 4. Mudah Tersinggung Saat Disentil Orang

Kalau ada kritik kecil langsung defensif:

  • marah
  • menjauh
  • menyerang balik

kadang bukan karena kritiknya salah…
tapi karena ia menyentuh kebenaran yang sudah lama kita tutupi.


🌫️ 5. Ada Rasa Kosong yang Tidak Jelas Sebabnya

Di luar terlihat baik-baik saja.
Tapi di dalam… ada rasa hampa.

Sering bukan karena hidup buruk…
tapi karena kita hidup tidak selaras dengan suara terdalam.


🌱 Cara Mengeceknya Tanpa Menghakimi Diri

Coba tanya pelan:

  • “kalau tidak ada yang menilai… apakah aku tetap memilih ini?”
  • “kalau anak kecil dalam diriku melihatku… dia bangga atau sedih?”
  • “kenapa aku perlu menjelaskan terlalu panjang untuk membela keputusan ini?”

Jawabannya sering muncul… bukan di kepala… tapi di dada.


🌙 Ingat bro…

menipu diri sendiri bukan tanda kita jahat…
biasanya itu tanda kita sedang takut… lelah… atau belum siap jujur.

Dan hati nurani bukan polisi yang menghukum…
dia cuma sahabat lama… yang terus mengetuk pintu…
menunggu kita berkata:
“ya… aku siap melihat diriku apa adanya.”


Pertanyaan ini… dalem dan sangat manusiawi.
Generasi digital juga sering hidup di antara citra dan kenyataan…

                                                                  (DHARMADJAYA, 17 JANUARI 2026)

BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html





Tidak ada komentar: