è Lanjutkan bro, apakah melakukan scroll tanpa henti bisa membuat hati menjadi tumpul?
è Iya bro… bisa banget — bukan
langsung mati rasa… tapi pelan-pelan menumpulkan kepekaan hati. Bukan
karena teknologi itu jahat, tapi karena cara kita menggunakannya sering membuat
batin tidak sempat bernapas.
Ini yang
biasanya terjadi:
📱 1. Hati Kehilangan Ruang Hening
Scroll
tanpa henti bikin otak terus “terisi”.
Padahal hati butuh jeda untuk mencerna rasa.
Kalau tidak ada jeda… suara hati kalah oleh kebisingan.
🧠 2. Emosi Jadi Dangkal &
Cepat Berganti
Sedih →
lucu → marah → iri → kagum… semua dalam 30 detik.
Hati tidak sempat benar-benar merasakan apa pun.
Akhirnya… rasa jadi tipis.
⚖️ 3. Perbandingan Tanpa Sadar
Melihat
hidup orang lain terus menerus bikin standar batin berubah.
Kita mulai merasa kurang… tanpa tahu kenapa.
Lama-lama hati lebih sibuk menilai daripada merasakan.
⏳ 4. Dopamin Menggantikan
Kedalaman
Scroll
memberi sensasi cepat.
Hati justru tumbuh lewat proses lambat: merenung, diam, hadir.
Kalau yang cepat terus menang… yang dalam jadi asing.
Tapi bro…
kabar baiknya:
hati itu bukan rusak — cuma lelah dan tertutup debu.
Tanda
hati masih hidup itu sederhana:
👉 masih ada momen di mana kamu tiba-tiba ingin diam
👉 masih ada rasa bersalah setelah terlalu lama
scroll
👉 masih ada kerinduan pada ketenangan
Itu bukan
kelemahan… itu alarm dari hati nurani.
(DHARMADJAYA, 18 FEBRUARI 2026)
BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar