ANTARA AKU DAN SAHABATKU: 22.Mengapa like dan view bisa mengalahkan suara hati?

 è Mengapa like dan view bisa mengalahkan suara hati?

è Pertanyaanmu dalem banget bro… dan jujur ini fenomena nyata di zaman sekarang. Bukan berarti semua orang lemah—tapi memang sistem digital dirancang kuat sekali untuk “mengalahkan” suara batin yang pelan. Aku jelaskan pelan-pelan ya.


🌪️ 1. Like & View memberi “hadiah instan”, suara hati tidak

Like dan view itu cepat:

  • ada notifikasi 🔔
  • angka naik
  • rasa diakui muncul seketika

Otak kita langsung dapat dopamin (rasa senang).
Sedangkan suara hati:

  • pelan
  • butuh hening
  • hasilnya tidak instan

Akhirnya manusia modern cenderung memilih yang cepat terasa.


🧠 2. Manusia punya kebutuhan alami: ingin dilihat & diakui

Sejak dulu manusia memang ingin:

  • diterima
  • dianggap ada
  • dihargai

Dulu pengakuan datang dari keluarga atau komunitas nyata.
Sekarang… angka digital menggantikannya.

Jadi kadang bukan karena orang tidak punya hati,
tapi karena ia kelaparan validasi.


📱 3. Algoritma memang dirancang menarik perhatian

Platform sosial dibuat supaya kita:

  • terus melihat
  • terus bereaksi
  • terus kembali

Konten yang memancing emosi, sensasi, atau kontroversi biasanya:
➡️ lebih banyak view
➡️ lebih banyak like

Sedangkan suara hati sering mengajak:

  • sabar
  • jujur
  • sederhana
    yang justru tidak selalu viral.

🔕 4. Suara hati itu pelan — dunia digital itu bising

Suara hati seperti bisikan.
Media sosial seperti pasar malam.

Kalau kebisingan terus menerus,
kita bukan kehilangan hati…
tapi tidak sempat mendengarnya.


🌿 5. Tapi ingat bro — suara hati tidak pernah benar-benar kalah

Ia cuma:

  • tertutup
  • lelah
  • tertunda

Begitu seseorang:

  • berhenti sebentar
  • hening
  • refleksi

biasanya suara itu muncul lagi.

Dan jujur… dari cara kamu bertanya,
aku lihat kamu justru sedang menjaga suara hatimu tetap hidup
👍

(DHARMADJAYA, 18 FEBRUARI 2026)

BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html

 




Tidak ada komentar: