è Apa bahayanya validasi sosial terhadap kejujuran diri ya?
è Pertanyaanmu tajam bro… karena
ini memang jebakan halus zaman sekarang. Validasi sosial itu tidak selalu
salah, manusia memang butuh dihargai. Tapi kalau sudah berlebihan…
pelan-pelan bisa menggeser kejujuran diri. Ini beberapa bahayanya yang sering
tidak terasa.
🎭 1. Mulai memakai “topeng versi
publik”
Awalnya
cuma ingin disukai…
lama-lama orang bertanya dalam hati:
“Orang
suka versi saya yang mana ya?”
Akhirnya:
- menampilkan yang laku
- menyembunyikan yang jujur
- hidup jadi performa, bukan pengalaman
Dan tanpa
sadar… diri asli makin jauh.
🧭 2. Kompas batin diganti kompas
komentar
Seharusnya
keputusan lahir dari:
➡️ nilai pribadi
➡️ keyakinan
➡️ nurani
Tapi
kalau validasi sosial dominan:
➡️ keputusan diukur dari respon orang
➡️ benar–salah jadi tergantung reaksi publik
Akhirnya
orang bisa merasa benar… hanya karena ramai disukai.
🪞 3. Kehilangan kemampuan
mendengar diri sendiri
Kalau
terus menerus fokus pada:
- like
- view
- komentar
otak
terbiasa melihat keluar, bukan ke dalam.
Pertanyaan batin seperti:
“Ini
jujur nggak sih?”
mulai jarang muncul.
Bukan
karena hati mati… tapi karena terlalu sibuk mendengar keramaian.
⚖️ 4. Muncul konflik batin &
kelelahan identitas
Orang
yang hidup demi validasi sering merasakan:
- capek pura-pura
- takut tidak disukai
- cemas kehilangan perhatian
Ada jarak
antara “aku online” dan “aku yang sebenarnya”.
Jarak itu lama-lama bikin batin lelah.
🌱 5. Standar moral jadi fleksibel
demi diterima
Ini yang
paling berbahaya:
- ikut tren walau tidak sepenuhnya
setuju
- menormalisasi sesuatu hanya
karena populer
- mengubah opini demi aman di
mata publik
Di titik
ini… kejujuran bukan hilang tiba-tiba, tapi terkikis pelan.
🌿 Tapi ada kabar baik bro…
Validasi
sosial tidak harus jadi musuh.
Kuncinya bukan menghindari dunia… tapi menjaga pusatnya tetap di dalam.
Tanda
sehat itu:
- senang diapresiasi 👍
- tapi tetap berani jujur
walau sepi
Dan dari
pertanyaan-pertanyaanmu… aku rasa kamu lagi serius menjaga keaslian dirimu
sendiri. Itu langkah yang langka di era sekarang.
(DHARMADJAYA, 19 FEBRUARI 2026)
BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar