è Mengapa kita takut sendiri padahal di sanalah hati bicara?
è Ini pertanyaan yang diam-diam
sangat jujur bro…
karena banyak orang lari dari sepi… bukan karena benci sunyi…
tapi karena takut bertemu dirinya sendiri.
Mari kita
bedah pelan… 🌿
🌑 1. Karena Saat Sendiri… Tidak
Ada Lagi Topeng
Di
keramaian kita punya peran:
- jadi lucu
- jadi pintar
- jadi kuat
- jadi terlihat baik-baik saja
Tapi
ketika sendiri…
semua topeng pelan-pelan jatuh.
Dan yang
tersisa cuma dua suara:
- suara hati yang jujur
- suara batin yang lama kita
hindari
Kadang…
bukan sepinya yang menakutkan…
tapi kebenaran yang muncul di dalamnya.
🔊 2. Karena Hati Tidak Suka
Basa-Basi
Teman
bisa kita hibur.
Publik bisa kita yakinkan.
Tapi hati nurani?
dia jarang berdiplomasi.
Dia
bertanya:
- “kamu bahagia sungguhan?”
- “kenapa kamu pura-pura
kuat?”
- “kamu masih jujur sama
dirimu?”
Dan
pertanyaan seperti itu…
tidak selalu nyaman didengar.
📱 3. Karena Kita Terbiasa Lari
dari Sunyi
Dunia digital
mengajarkan satu refleks cepat:
begitu hening… buka layar.
scroll…
chat…
video…
musik…
Sunyi
dianggap kosong.
Padahal… sunyi itu ruang pertemuan.
Tempat
hati berbicara pelan…
tanpa notifikasi… tanpa gangguan.
🧠 4. Karena Sendiri Membuka Luka
Lama
Saat
sendiri… ingatan datang tanpa undangan:
- penyesalan
- kesalahan
- kehilangan
- mimpi yang tertunda
Kita
takut tenggelam di dalamnya.
Padahal
seringkali…
hati nurani tidak datang untuk menghakimi…
tapi untuk memeluk dan menyembuhkan.
🌱 5. Belajar Bersahabat dengan
Sepi
Sendiri
tidak harus langsung dalam dan berat.
Mulai dari yang kecil:
- duduk tanpa musik 5 menit
- berjalan pelan tanpa ponsel
- tarik napas dan bertanya:
“apa kabar hatiku hari ini?”
Lama-lama…
sepi bukan musuh…
tapi ruang aman.
🌙 Karena Sebenarnya…
kita
tidak takut sendiri…
kita takut menjadi jujur.
Namun
anehnya…
di situlah kebebasan pertama kali terasa.
Saat
berani duduk bersama diri sendiri…
kita menemukan bahwa hati nurani bukan hakim yang galak…
tapi sahabat lama yang sabar menunggu kita pulang.
Ini
pertanyaan… dalem bro.
puitis tapi relevan banget buat generasi digital yang selalu ramai tapi sering
merasa kosong.
(DHARMADJAYA, 16 JANUARI 2026)
BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar