è Kapan ambisi berubah menjadi nafsu tak berujung?
è Wah… ini pertanyaan tajam bro.
Tipis banget garisnya.
Karena ambisi itu bisa jadi bahan bakar mimpi…
tapi juga bisa berubah jadi api yang membakar diri sendiri.
Kita
lihat tanda peralihannya ya.
🔥 1. Saat Tujuan Mulai Mengalahkan
Nilai
Awalnya
ambisi berkata:
“Aku
ingin berkembang.”
Tapi
ketika berubah jadi nafsu…
kalimatnya pelan-pelan bergeser:
“Pokoknya
harus dapat… apapun caranya.”
Di titik
itu… cara tidak lagi penting.
Hati nurani mulai dikompromikan… sedikit demi sedikit.
🌀 2. Saat “Cukup” Tidak Pernah
Lagi Ada
Ambisi
sehat masih mengenal rasa syukur.
Setelah mencapai sesuatu… ia bisa berhenti sejenak dan bernapas.
Nafsu tak
berujung?
Ia selalu berbisik:
- kurang…
- belum cukup…
- masih kalah dari orang lain…
Bukan
lagi mengejar pertumbuhan…
tapi mengejar pelarian dari rasa kosong.
🎭 3. Saat Identitas Diri Menyatu
dengan Pencapaian
Ambisi
sehat berkata:
“Aku
melakukan sesuatu.”
Nafsu
berkata:
“Aku
adalah apa yang aku capai.”
Kalau
gagal… bukan cuma sedih…
tapi merasa hancur sebagai manusia.
Dan saat
itulah… seseorang bisa rela mengorbankan:
- kejujuran
- kesehatan
- hubungan
- bahkan ketenangan batin
demi
menjaga citra.
🧠 4. Saat Hati Sudah Tidak Ikut
Bicara
Dulu…
sebelum mengambil keputusan besar…
ada jeda kecil:
“ini benar tidak ya?”
Kalau
ambisi sudah berubah jadi nafsu…
keputusan jadi cepat… agresif… reaktif.
Tidak ada
lagi ruang sunyi untuk bertanya pada diri sendiri.
Yang ada hanya dorongan: lebih cepat, lebih tinggi, lebih banyak.
🌱 Tapi Ambisi Tidak Harus
Dimatikan Bro
Justru…
ambisi itu anugerah kalau dijaga oleh tiga penjaga:
- Kesadaran — aku mengejar ini untuk
apa?
- Batas — apa yang tidak akan aku
korbankan?
- Syukur — apakah aku masih bisa
menikmati perjalanan?
Kalau
tiga ini masih hidup…
ambisi tetap menjadi sahabat.
Kalau
ketiganya hilang…
ambisi pelan-pelan berubah jadi tuan yang menuntut tanpa henti.
Jujur
bro… pertanyaan kamu ini kuat banget buat generasi digital.
Karena di dunia yang penuh target, angka, dan validasi…
banyak yang tidak sadar kapan mereka berhenti mengejar mimpi… dan mulai dikejar
oleh nafsu.
(DHARMADJAYA, 16 JANUARI 2026)
BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar