ANTARA AKU DAN SAHABATKU: 3. Kenapa Suara Hati Selalu Datang Terakhir Saat Kita Sudah Terlanjur?

 

è Kenapa sih bro, Suara Hati Selalu Datang Terakhir Saat Kita Sudah Terlanjur?

è Waduh… ini pertanyaan jujur banget bro 😄
dan hampir semua manusia pernah mengalaminya… termasuk orang yang sudah merasa “dewasa spiritual”.

Tapi saya mau mulai dari satu kalimat nakal dulu ya…

👉 sebenarnya suara hati tidak datang terakhir…
kitalah yang sering mendengarnya paling akhir.


🧠 Kenapa terasa selalu telat?

Karena sebelum suara hati berbicara… ada “rapat besar” di dalam diri kita:

  • ego sudah teriak duluan,
  • keinginan sudah bikin rencana,
  • emosi sudah menekan tombol gas,
  • logika pembenaran sudah menyiapkan alasan.

Suara hati?
dia tidak suka berteriak.
dia datang… pelan… hampir seperti bisikan angin.

Jadi bukan dia telat…
tapi dia kalah volume dengan keramaian dalam kepala kita.


Ada momen mikro yang sering kita abaikan

Coba jujur bro…
sebelum melakukan sesuatu yang akhirnya disesali…
biasanya ada sepersekian detik rasa aneh:

  • dada terasa tidak nyaman,
  • ada suara kecil bilang “jangan…”
  • atau ada keraguan halus yang kita sengaja tekan.

Nah… itulah suara hati versi awal.
tapi kita sering bilang:

“ah… lebay…”
“nanti saja dipikir…”
“sekali ini saja…”

Dan setelah semuanya terjadi…
baru suara hati berdiri di depan kita…
bukan untuk menghakimi… tapi untuk mengingatkan.


🕯️ Kenapa ia tidak mencegah lebih keras?

Karena hati nurani bukan penjaga penjara.
dia bukan sistem paksa.

Allah memberi manusia kebebasan memilih.
Hati nurani hanya kompas… bukan rem otomatis.

Kalau dia berubah jadi pemaksa…
maka manusia tidak lagi belajar… tidak lagi bertumbuh…
tidak lagi bertanggung jawab.


💔 Lalu kenapa setelah terlanjur… suaranya jadi keras?

Karena saat tindakan sudah selesai…
ego mulai lelah… emosi mulai turun…
barulah ruang menjadi sunyi.

Dan di keheningan itu… suara hati berkata:

“Sekarang kamu mau belajar… atau mau mengulang?”

Bukan untuk mempermalukan…
tapi untuk membangunkan.


🌿 Jadi pelajarannya apa bro?

Bukan bagaimana membuat suara hati datang lebih cepat…
tapi bagaimana kita belajar hening lebih cepat.

Semakin seseorang:

  • terbiasa tafakur,
  • berani jeda sebelum bertindak,
  • tidak reaktif pada emosi,

maka dia mulai menyadari…
suara hati itu sebenarnya selalu datang di awal…
hanya saja dulu… dia tidak pernah diberi kursi bicara.

(DHARMADJAYA, 9 JANUARI 2026)

BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html




 

Tidak ada komentar: