ANTARA AKU DAN SAHABATKU: 4. Apa Bedanya Hati Nurani dengan Perasaan Baper?

 

è Apakah berbeda antara Hati Nurani dengan Perasaan Baper?

è Hehehe… ini pertanyaan penting bro 😄
karena di zaman sekarang… banyak orang mengira semua yang terasa di dada itu “suara hati”… padahal kadang cuma baper lewat… pakai jaket kebijaksanaan.

Jadi ya… hati nurani dan perasaan baper itu beda jauh, meski sama-sama terasa dari dalam.

Mari kita bedah pelan…


🌊 Perasaan baper itu… reaktif dan cepat berubah

Baper biasanya lahir dari:

  • luka lama,
  • ego yang tersentuh,
  • ekspektasi yang tidak terpenuhi,
  • atau sekadar lelah dan sensitif.

Contohnya:

  • tidak disapa → langsung merasa diremehkan,
  • kritik kecil → terasa seperti penghinaan,
  • chat tidak dibalas → merasa ditolak.

Baper itu cepat panas… cepat dingin…
hari ini tersinggung… besok bisa biasa lagi.

Dan yang paling khas…
baper sering fokus pada “aku disakiti”, bukan pada kebenaran.


🕯️ Hati nurani itu… tenang dan konsisten

Suara hati nurani tidak meledak-ledak.
dia datang pelan… tapi dalam… dan anehnya terasa jujur meski pahit.

Ciri-cirinya:

  • tidak histeris,
  • tidak drama,
  • tidak memihak ego.

Kadang dia justru berkata:

“Mungkin kamu juga salah…”
“Coba dengarkan dulu…”
“Balas dengan lembut… bukan dengan marah…”

Dan yang menarik bro…
meski kita menolaknya… suara itu tetap sama besok… lusa… bahkan bertahun-tahun kemudian.
dia konsisten… tidak tergantung mood.


🔍 Cara sederhana membedakan

Coba tanya tiga hal ini pada diri sendiri:

1️ Apakah suara itu membuatku lebih tenang… atau makin panas?

  • panas → kemungkinan baper
  • tenang → kemungkinan hati nurani

2️ Apakah suara itu membela egoku… atau mengajakku jujur?

  • membela diri terus → baper
  • mengajak refleksi → hati nurani

3️ Apakah suara itu berubah-ubah sesuai suasana hati?

  • berubah cepat → perasaan
  • stabil dan sunyi → nurani

⚖️ Tapi jangan salah ya bro…

Baper bukan musuh.
dia sinyal bahwa ada luka atau kebutuhan yang belum selesai.

Masalahnya… kalau baper dijadikan kompas hidup…
kita akan berjalan zig-zag mengikuti emosi.

Sedangkan hati nurani…
dia seperti kompas utara…
tidak teriak… tapi tidak pernah berubah arah.


🌿 Jadi kesimpulannya…

👉 perasaan baper = gelombang di permukaan laut
👉 hati nurani = arus dalam yang tenang tapi kuat

Dan tugas manusia bukan mematikan perasaan…
tapi belajar menyaring…
mana suara luka… mana suara cahaya.

(DHARMADJAYA, 9 JANUARI 2026)

BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html




 

Tidak ada komentar: