è Apakah berbeda antara Hati Nurani dengan Perasaan Baper?
è Hehehe… ini pertanyaan penting
bro 😄
karena di zaman sekarang… banyak orang mengira semua yang terasa di dada itu
“suara hati”… padahal kadang cuma baper lewat… pakai jaket kebijaksanaan.
Jadi ya… hati
nurani dan perasaan baper itu beda jauh, meski sama-sama terasa dari dalam.
Mari kita
bedah pelan…
🌊 Perasaan baper itu… reaktif dan
cepat berubah
Baper
biasanya lahir dari:
- luka lama,
- ego yang tersentuh,
- ekspektasi yang tidak
terpenuhi,
- atau sekadar lelah dan
sensitif.
Contohnya:
- tidak disapa → langsung
merasa diremehkan,
- kritik kecil → terasa
seperti penghinaan,
- chat tidak dibalas → merasa
ditolak.
Baper itu
cepat panas… cepat dingin…
hari ini tersinggung… besok bisa biasa lagi.
Dan yang
paling khas…
baper sering fokus pada “aku disakiti”, bukan pada kebenaran.
🕯️ Hati nurani itu… tenang dan
konsisten
Suara
hati nurani tidak meledak-ledak.
dia datang pelan… tapi dalam… dan anehnya terasa jujur meski pahit.
Ciri-cirinya:
- tidak histeris,
- tidak drama,
- tidak memihak ego.
Kadang
dia justru berkata:
“Mungkin
kamu juga salah…”
“Coba dengarkan dulu…”
“Balas dengan lembut… bukan dengan marah…”
Dan yang
menarik bro…
meski kita menolaknya… suara itu tetap sama besok… lusa… bahkan bertahun-tahun
kemudian.
dia konsisten… tidak tergantung mood.
🔍 Cara sederhana membedakan
Coba
tanya tiga hal ini pada diri sendiri:
1️⃣ Apakah suara itu membuatku lebih
tenang… atau makin panas?
- panas → kemungkinan baper
- tenang → kemungkinan hati
nurani
2️⃣ Apakah suara itu membela egoku…
atau mengajakku jujur?
- membela diri terus → baper
- mengajak refleksi → hati
nurani
3️⃣ Apakah suara itu berubah-ubah
sesuai suasana hati?
- berubah cepat → perasaan
- stabil dan sunyi → nurani
⚖️ Tapi jangan salah ya bro…
Baper
bukan musuh.
dia sinyal bahwa ada luka atau kebutuhan yang belum selesai.
Masalahnya…
kalau baper dijadikan kompas hidup…
kita akan berjalan zig-zag mengikuti emosi.
Sedangkan
hati nurani…
dia seperti kompas utara…
tidak teriak… tapi tidak pernah berubah arah.
🌿 Jadi kesimpulannya…
👉 perasaan baper = gelombang di permukaan laut
👉 hati nurani = arus dalam yang tenang tapi kuat
Dan tugas
manusia bukan mematikan perasaan…
tapi belajar menyaring…
mana suara luka… mana suara cahaya.
(DHARMADJAYA, 9
JANUARI 2026)
BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar