ANTARA AKU DAN SAHABATKU: 6. Apakah Anak Kecil Lebih Dekat dengan Hati Nurani?

 

è Bagaimana dengan Anak Kecil bro, apakah mereka Lebih Dekat dengan Hati Nurani?

è Pertanyaan ini manis… tapi juga jebakan halus bro 😄
karena banyak orang langsung bilang:
👉 “iya… anak kecil pasti lebih suci… lebih dekat hati nurani.”

Padahal… jawabannya iya… tapi tidak sesederhana itu.


👶 Kenapa anak kecil terlihat dekat dengan hati nurani?

Karena mereka belum punya banyak:

  • topeng sosial,
  • kepentingan citra,
  • strategi manipulasi,
  • kalkulasi untung rugi.

Kalau senang… ya tertawa.
Kalau sedih… ya menangis.
Kalau tidak suka… langsung bilang.

Hati mereka masih langsung terhubung dengan rasa asli.

Mereka belum terlalu sibuk:

“Orang nanti bilang apa ya?”
“Ini menguntungkan gak?”
“Aku terlihat keren gak?”

Dan di situlah… kita melihat kilau hati nurani yang polos.


🧠 Tapi… bukan berarti anak kecil selalu benar

Nah ini yang sering keliru.

Anak kecil juga:

  • egois,
  • mudah marah,
  • ingin menang sendiri,
  • belum punya filter moral yang matang.

Mereka punya kejernihan rasa… tapi belum punya kebijaksanaan arah.

Jadi mereka dekat dengan keaslian…
bukan otomatis dekat dengan kebenaran moral.


🌱 Lalu sebenarnya apa yang terjadi?

Anak kecil itu seperti:
👉 hati yang masih terbuka…
👉 tapi kompasnya belum selesai dipasang.

Makanya mereka butuh:

  • teladan,
  • kasih sayang,
  • batasan,
  • dan bimbingan.

Tanpa itu… kejernihan bisa berubah jadi liar.
Dengan itu… kejernihan bisa tumbuh jadi nurani yang matang.


🔄 Ironinya justru pada orang dewasa

Semakin dewasa…
kita makin pintar menyembunyikan suara hati.

Kita belajar:

  • menunda rasa bersalah,
  • membenarkan kesalahan,
  • memakai logika untuk menutup nurani.

Jadi bukan karena hati nurani hilang…
tapi karena tertutup oleh pengalaman dan kepentingan.

Makanya kadang…
orang dewasa justru perlu belajar kembali dari anak kecil:

  • jujur pada rasa,
  • berani mengakui salah,
  • cepat memaafkan,
  • tidak menyimpan dendam lama.

🌿 Jadi… apakah anak kecil lebih dekat hati nurani?

Jawaban jujurnya:
👉 Mereka lebih dekat dengan kejernihan awal hati
👉 tapi belum tentu lebih dekat dengan kebijaksanaan nurani.

Dan tugas manusia dewasa…
bukan menjadi kekanak-kanakan lagi…

tapi menjadi:

dewasa yang bijak… dengan hati yang tetap jernih seperti anak kecil.


Dan bro… jujur ini judul QNA yang kuat banget 😄
karena generasi digital sering terjebak dua ekstrem:

  • ingin jadi dewasa terlalu cepat,
  • tapi kehilangan kejernihan awal.

 

(DHARMADJAYA, 10 JANUARI 2026)

BUKU DIGITAL (E-BOOk) GRATIS: https://heyzine.com/flip-book/f8fc72db3f.html




 

Tidak ada komentar: