Makam Imam Syafi’i di Basyattin Cairo, MESIR

Kunjungan ke makam Imam besar Syafi’i kala itu berlangsung setelah kedatangan kami di kota Cairo. Sepanjang perjalanan menuju makam Imam besar tersebut, pemandangan kota Cairo tak luput dari perhatian. Jalan yang macet (kurang lebih Jakarta ya).
Admin saat berziarah kemakam Imam Syafi'i : Agustus 2008
Tiba di makam, kami bergegas masuk menuju makam yang terlihat kurang terawat baik. Disamping faktor usia bangunan yang sudah sangat tua, lingkungan dimana makam dan masjid berada terletak di tengah-tengah pemukiman yang penuh sesak.
Imam Syafi’i atau Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i adalah seorang mufti besar Islam yang juga pendiri mazhab Syafi’i. Imam ini tergolong kerabat dari rasulullah ( keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, kakek Rasulullah). Lahir di Gaza, Palestina di tahun 150 H / 767 M.
Beliau dilahirkan dalam keadaan Yatim dan kurang berada namun dalam keadaannya tersebut, beliau makin giat menuntut ilmu dan hafal keseluruhan isi Al-Quran. Kekuatan hafalan beliau sangat mengagumkan karena apapun kitab yang dibacanya dapat segera dihafalkan dengan mudah. Selain itu, beliau juga memiliki kemampuan berbahasa yang sangat indah. Kemampuan beliau dalam menggubah syair dan ketinggian mutu bahasanya mendapat pengakuan dan penghargaan yang sangat tinggi oleh orang-orang alim yang sejaman dengan beliau.
Imam Syafi’i setelah lama berdiam di Makkah, hijrah ke Madinah lalu ke Iraq dan terakhir di Mesir untuk menyalurkan keilmuan yang beliau miliki. Ketika di Mesir ini pula Imam Syafi’i banyak menulis kitab yang berisi madzhab beliau. Di antara kitabnya adalah Al-Umm, Imla’ al-Shaghir, Jizyah, Ar-Risalah dan lain sebagainya.
Beliau wafat pada bulan Rajab tahun 204 H setelah mengalami sakit selama beberapa waktu.

Tidak ada komentar: