Cerita lucu, pendek dan kocak.

BERHITUNG
Dengan susah payah, seorang ibu berusaha mengajarkan anaknya berhitung.
"Misalnya," kata si ibu, "kita piknik. Kamu, ibu, ayah, nenek dan kakek. Berapa Coca-cola yang perlu kita bawa ?"
Si anak berpikir sebentar, lalu katanya, "Empat."
"Salah" potong si ibu, "Lima."
"Empat," kata si anak ngotot, "Saya kan mau Fanta ..."


3 Tukang Mancing Ikan yang Sombong
Pada suatu hari, 3 orang yg punya hobi mancing ikan lagi ngobrol sambil masing-masing menyombongkan kedahsyatan umpan pancing mereka…
Juned : “Dipikir-pikir umpan gua hebat bener..baru aja tu umpan nyemplung di kolam, ikan dah pada nyamber sambil rebutan..” (dengan bangganya)
Ohim : “Eits..tar dulu, umpan pancing gua dong lebih hebat.., baru aja tu umpan gue pilin2 di tangan, ikan pada nongol ke atas kolam sambil ngomong “cepetan dooong
milin2 nyaa..dah ga kuat nih pengen makan tu umpan.!”, tu ikan dah ga sabaran sama umpan gua.!” (dengan bangga sambil membusungkan dada)
Udin : “Tunggu duluuu..umpan gua dong yang paling hebat..”
Juned n Ohim : “Emang apa kehebatan umpan loe.?” (nada kaga mau kalah)
Udin : “Gua mo mancing kan hari Minggu..tu ikan hari Sabtu pada ke rumah gua, nanyain..”Pak besok jadi mancing kaan.?? Ditunggu ya pak..”, gitu katenye..” (dengan nada lempeng n tampang ga punya dosa)


 Siapa Itu Thomas Alfa Edison ?


 

Bu guru: “Andi..! coba kamu jawab, siapa itu Thomas Alfa Edison..?”
Andi: “Tidak tau bu guru…”.
Bu guru: “Kalo James Watt, siapa dia..?”
Andi: “Ndak tau juga bu guru..”
Bu guru: “Andi! Bagaimana sih kamu ini? ditanya ini itu pasti jawab tidak tau… Tidak pernah belajar ya?”
Andi: “Belajar kok bu guru… Lah coba Andi tanya, bu guru tau ndak siapa Arifin Widodo..?”
Bu guru: “Tidak tau…”
Andi: “Kalau Bambang Setiono Ibu tau?”
Bu guru: “Tidak tau… Emang siapa mereka itu..?”
Andi: “Yaa itulah Bu…, kita khan pasti punya kenalan sendiri-sendiri..”

Tiga Orang Pemabuk dan Kereta Api

Tiga orang pemabuk tiba di stasiun kereta api beberapa saat sebelum kereta berangkat. Karena melihat ketiga pemabuk itu sempoyongan seperti tidak mampu naik kereta api, maka kepala stasiun yang baik hati membantu mereka naik. Ia sudah membantu dua orang naik kereta sebelum kereta berangkat, dan meminta maaf kepada seorang pemabuk lagi yang terpaksa tertinggal kereta api tadi. “Maaf tuan”, katanya. “Sebetulnya saya sangat ingin membantu Anda naik kereta”, kata kepala stasiun. “Tidak apa-apa”, jawab sang pemabuk yang tertinggal. “Teman saya akan lebih menyesal lagi. Mereka sebetulnya hanya mengantar saya ke stasiun”.
LANJUTKAN 
 

Tidak ada komentar: